Otomatisasi Customer Journey End-to-End.
Perusahaan produk dengan siklus sales-to-delivery yang kompleks.
Situasinya.
Setiap langkah customer journey-nya manual. Prospek masuk dari website, lalu nyangkut di inbox. Kualifikasinya ngga konsisten. Follow-up kelewat.
Setelah penjualan, tracking produksi disimpan di spreadsheet, logistik dikoordinasi lewat telpon, dan klien ngga punya visibility soal pesanannya.
Tim kewalahan ngerjain hal yang harusnya otomatis. Biayanya bukan cuma jam-jam, tapi deal yang hilang di celah antara intent dan follow-up.
Yang kami bangun.
Kami rancang dan implementasi lifecycle system yang lengkap. Lead masuk dicapture otomatis, diprofilkan, di-score, terus di-route.
Lead potensi tinggi ditandai buat outreach personal, sementara lainnya dapat konten yang disesuaikan sama gerakannya di pipeline.
Pasca penjualan, sistem nge-track produksi, ngirim payment reminder, ngelola logistik, dan ngasih update ke klien di tiap tahap. Satu pipeline, dari klik pertama sampai produk tersampaikan.
Hasilnya.
Touchpoint manual berkurang 80%. Waktu respon pelanggan turun dari hari jadi jam.
Tim sales menggandakan kapasitas outreach tanpa nambah satu orang pun. Retensi staf naik karena tim punya ruang buat fokus ke kerjaan inti, bukan ngejar-ngejar admin.
Otomatisasi bukan soal ngilangin manusia dari kerjaan. Tapi soal ngilangin kerjaan yang harusnya ngga sampe ke manusia.Polanya . Proyek 01
Ada pola yang pas sama bisnis Anda?
Tiga puluh menit. Kami petakan kebocoran operasionalnya, kasih tau sistem mana yang harusnya mengelola itu, dan kasih tau apakah Anda perlu kami yang bangun atau bisa kerjakan sendiri.